12/31/2015

MASA KEHAMILAN HEWAN MAMALIA

Berikut ini adalah daftar masa kehamilan beberapa hewan mamalia :
kerbau putih



No
Nama hewan
Lama kehamilan (hari)
1
Unta
406
2
Kucing
62
3
Sapi
280
4
Simpanse
237
5
Anjing
62
6
Lumba-Lumba
276
7
Gajah Afrika
640
8
Rubah
52
9
Kambing
151
10
Jerapah
395-425
11
Babi Guinea
68
12
Hamster
16
13
Landak
35-40
14
Kuda
337
15
Manusia
266
16
Hyena
110
17
Kangguru
40
18
Singa
108
19
Cerpelai
50
20
Monyet
164
21
Tikus
21
22
Orangutan
245-275
23
Bajing/Tupai
44
24
Babi
113
25
Kelinci
32
26
Domba
148
27
Harimau
105-109
28
Paus
365
29
Rusa Kutub
215-245
30
Sigung
62
31
Singa
108
32
Srigala
60-63
33
Tapir
300-400
34
Tupai
16-19
35
Bison
270-285


Baca : Masa Hamil Dan Jumlah Bayi Beberapa Jenis Hewan

12/11/2015

Karya Ilmiah : PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PROGRAM SEKOLAH UNGGULAN




PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PROGRAM SEKOLAH UNGGULAN
Oleh
Drs. Ibrahim Bewa, MA
(Wkl. Ketua MPD Aceh Utara)

 ABSTRAK

          Rencana pendirian SMA Unggul di Kabupaten Aceh Utara sudah lama diprogramkan sejak kepemimpinan Bupati Ir. Tarmizi A. Karim, M.Sc, namun sampai saat ini belum dapat direalisasikan secara sempurna, masih dalam tahap persiapan menuju  sebuah SMA unggul yang berbentuk boarding school. Padahal kehadiran sebuah lembaga pendidikan yang bermutu pada jenjang pendidikan menengah merupakan harapan dan keinginan masyarakat Kabupaten Aceh Utara yang  mendapat dukungan dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.  Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Utara terus mendorong berbagai pihak agar sekolah unggul yang berbentuk boarding school segera dibuka di Lhoksukon. Untuk kelancaran pembukaan sekolah ini, maka dibutuhkan yayasan untuk mengurus hal-hal yang menyangkut dengan asrama dan kegiatan tambahan pada sore dan malam hari. Mekanisme rekruitmen siswa, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, Kepala Sekolah, Pengawas asrama dan penyediaan fasilitas sarana prasarana serta bentuk kurikulum yang dibutuhkan untuk kelancaran proses pembelajaran telah diuraikan secara rinci dalam tulisan ini. Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dapat menyediakan semua kebutuhan proses pembelajaran pada pagi hari, sedangkan yayasan bersama orangtua siswa, masyarakat dan stakeholders lainnya membantu kebutuhan pembangunan asrama dan pembiayaan operasinal lainnya untuk kegiatan tambahan jam belajar terutama pada sore dan malam hari.

I. Pendahuluan

Pendidikan sebagai usaha nyata yang dilakukan secara sadar serta terus menerus berfungsi untuk mengembangkan mutu sumber daya manusia. Selain itu, pendidikan juga memiliki konotasi sebagai barang konsumsi sekaligus barang investasi. Baik sebagai barang investasi maupun sebagai barang konsumsi, pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan strategis, baik lingkungan global seperti dinamika penduduk, tingkat mutu sumber daya manusia yang dituntut oleh kemajuan teknologi maupun pengaruh lingkungan nasional yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja pendidikan.
Gempa dan Tsunami yang terjadi pada tgl 26 Desember 2004 dan situasi konflik yang pernah terjadi di Aceh selama 30 tahun (1976 s/d 2006) telah mengakibatkan terpuruknya berbagai kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat yang berdampak langsung terhadap perkembangan dan kemajuan masyarakat di daerah ini. Kondisi tersebut juga mempengaruhi mutu pendidikan. Pendidikan bukan menjadi prioritas utama pada sebagian besar keluarga dalam masyarakat di Provinsi Aceh ini. Meskipun konflik, Gempa dan Tsunami telah lama berlalu namun akibatnya masih terasakan sampai saat ini. Kita tidak boleh membiarkan masalah ini berlangsung terus karena kita akan kehilangan generasi masa depan yang berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia..
Kita juga menyadari bahwa ketika keadaan dan kondisi daerah masih tenang dan kondusifpun, mutu pendidikan tidak menggembirakan, selalu berkisar antara peringkat 15 dari 23 provinsi di Indonesia dan sekarang berada pada peringkat 30 dari 33 provinsi di Indonesia. Hal ini berarti Provinsi  Aceh terus tertinggal dengan provinsi lain dan menjadi daerah miskin dalam tingkat kemajuan pendidikan masyarakatnya.

II. Peran MPD dalam Pembentukan dan Pembinaan Sekolah Unggulan

Majelis Pendidikan Daerah (MPD)  sebagai lembaga yang memiliki tugas pemberi pertimbangan (advisory agency), pemberi dukungan (supporting agency), pengontol (controlling agency), dan sebagai penguhubung (mediator agency) mempunyai kewajiban untuk terus memikirkan tetang peningkatan mutu pendidikan dengan memberikan berbagai saran dan pertimbangan kepada pihak Eksekutif dan Legislatif. Selama waktu 4 bulan ini, MPD telah mengelar 5 kali rapat Paripurna MPD tahun 2012 membahas tentang kondisi ril mutu Pendidikan Aceh Utara yang belum mengembirakan. MPD telah mengeluarkan 3 buat rekomendasi yang berhubungan dengan penataan dan pemerataan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, pemberdayaan pengawas sekolah dan rekruitmen kepala sekolah yang professional.

Dalam rapat Paripurna V MPD yang  dilaksanakan pada hari kamis tanggal 12 April 2012, berbagai persoalan pendidikan dan persiapan Ujian Nasional tahun 2012 telah disampaikan oleh  Razali S.Pd Kadis Dikpora dan Drs. Ibrahim Bewa, MA Wakil Ketua MPD. Informasi dan masukan yang disampaikan kedua pematri telah dibahas oleh 36 peserta rapat yang berasal dari berbagai unsur yaitu Komisi E DPRK Aceh Utra 2 orang, Disdikpora 4 orang, BKPP 1 orang,  UPTD  2 orang, Kepala Sekolah 6 orang, PGRI 2 orang, Dewan Pakar MPD 3 orang, Pengurus MPD 12 orang dan Sekretariat MPD 4 orang.  Pertemuan ini telah menyimpulkan beberapa kesimpulan dan saran :

a.     Kesimpulan

1.   SKB 5 Mentri dianggap positif untuk memungkinkan peningkatan mobilitas guru, khususnya dalam rangka memenuhi syarat minimal 24 jam mengajar dalam seminggu untuk mendapatkan tunjangan profesi.
2.   Pendistribusi guru ke Tingkat Satuan Pendidikan belum merata di Aceh Utara .
3.   Kualitas guru Aceh Utara  masih rendah dan perlu segera dilakukan  berbagai upaya untuk peningkatan kompetensi mereka.
4.   Jumlah guru di Aceh Utara telah  melebihi bila dibandingkan dengan jumlah rombel kecuali beberapa bidang studi tertentu.
5.   Jumlah guru yang belum mendapat sertifikasi masih banyak dan dikhawatirkan tidak akan tuntas pada tahun 2014.
6.   Database yang  ada pada lembaga teknis belum akurat sehingga masih menyulitkan untuk membuat perencanaan yang tepat.
7.   Komitmen Pemda untuk menyediakan  dana yang memadai untuk  sektor pendidikan masih sangat lemah.
8.   Disdikpora dan Dinas Pendidikan Provinsi  belum memiliki perencanaan yang baik untuk kegiatan peningkatan mutu guru.
9.   Untuk meningkatkan daya saying lulusan, dibutuh pembentukan sekolah unggul dan sekolah unggul binaan

b.   Saran
1.   Program pemerataan guru yang telah diinstruksikan oleh Pj Bupati Aceh Utara perlu terus lanjutkan sampai tuntas’
2.   Pemerintah berkewajiban mengalokasikan dana yang cukup untuk menuntaskan kualifikasi, setifikasi dan kompetensi guru.
3.   Disdikpora dapat menyiapkan database yang akurat dan dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan pendidikan.
4.   Dinas teknis perlu segera menyiapkan perencanaan yang matang untuk menyiapkan program peningkatan mutu guru.
5.   Seluruh stakeholder  pendidikan perlu meningkatkan komitmennya untuk melakukan pemerataan guru dan peningkatan kompetensi mereka.
6.   Bupati perlu segera menetapkan sekolah unggul dan sekolah unggul binaan dengan penyediaan anggaran khusus untuk sekolah tersebut sesuai dengan rekomendasi MPD
7.      Untuk pembinaan sekolah unngul sebagaimana ditetapkan oleh Bupati, MPD dapat membentuk TIM Pembinaan

Di samping kesimpulan dan saran di atas, peserta rapat telah menyepakati agar SMA N 3 Putra Bangsa Lhoksukon ditetapkan sebagai sekolah unggul berbentuk boarding school dan meminta MPD membentuk TIM kecil untuk memilih 3 sekolah dari 9 sekolah yang diajukan untuk menjadi sekolah unggul Binaan MPD :
1. SMAN 1 Krueng Mane
2. SMAN 1 Dewantara
3. SMAN 1 Syamtalira Bayu
4. SMAN 1 Syamtalira Aron
5. SMAN 1 Lhoksukon, dan
6. SMAN 1 Tanah Jambo Aye
7. MAN  Krueng Geukueh
8. MAN Lhoksukon
9. SMAN 1 Matang Kuli

Pengharapan kita semua dengan adanya beberapa sekolah unggulan dan kelas unggul di setiap sekolah serta distribusi guru yang merata di semua sekolah di Kabupaten Aceh Utara diharapkan akan memberikan kontribusi yang cukup memadai untuk  mengejar ketertinggalan kita selama ini dengan provinsi lain, bahkan kita akan mampu bersaing dengan lulusan dari daerah lain untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri ternama.


III. Wawasan Keunggulan dalam Pendidikan

 Kabupaten Aceh Utara dengan jumlah penduduk sekitar 472.000. jiwa, sekitar 40 % (189.000. jiwa) diantaranya, memerlukan pendidikan sejak dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Berbagai lembaga pendidikan, negeri maupun swasta, baik umum maupun keagamaan, pada setiap jenjang pendidikan yang telah ada belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang normal sekalipun. Pembenahan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah ada masih diperlukan penanganan secara sungguh-sungguh, namun untuk mempercepat proses pengembangan sumberdaya manusia yang berkualitas diperlukan penanganan lembaga pendidikan dengan wawasan keunggulan yang relatif lebih baik dari lembaga pendidikan yang sudah ada selama ini.
Sebagai daerah yang masih memiliki sisa penyediaan sumber daya alam berupa produksi gas alam untuk 2 tahun lagi, maka Pemerintah Aceh Utara perlu menaruh perhatian yang besar terhadap pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia yang memiliki wawasan keunggulan. Pendidikan dengan wawasan keunggulan ini perlu kiranya mendapat pemahaman yang sama dari Pemerintah dan segenap komponen masyarakat baik Pengusaha, Ulama, Cendikiawan, Tokoh Masyarakat dan Generasi Muda di daerah yang kita cintai ini, mengingat pemahaman yang tidak seragam tentang persoalan ini akan menghasilkan suatu keragu-raguan untuk dapat melakukan pembinaan terhadap sekolah dengan wawasan keunggulan di Kabupaten Aceh Utara.
Oleh karenanya untuk membangun sumber daya manusia yang handal di masa depan, maka kehadiran sebuah lembaga pendidikan  dengan “wawasan keunggulan” harus dipercepat dan ditangani dengan sangat serius serta diletakkan pada prioritas utama dalam pembangunan secara keseluruhan di daerah ini. Pendidikan dengan sekolah yang memiliki wawasan keunggulan akan memberikan dampak positif dalam percepatan pembangunan di segala bidang.

IV.   Lembaga Pendidikan Unggulan

a. Pentingnya Lembaga Pendidikan Unggulan

  Pendidikan dengan segala persoalannya tidak mungkin diatasi hanya dengan pola pendidikan yang tradisional dan umum. Pendidikan dengan pola dan sistem yang di dalamnya mengandung wawasan keunggulan akan melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan berwawasan keunggulan sebagai mana yang dikehendaki oleh acuan kurikulum pendidikan nasional dan acuan kurikulum yang dimaksudkan oleh lembaga pendidikan dengan wawasan keunggulan tersebut.
Lulusan yang memiliki wawasan keunggulan ini pada gilirannya kelak akan mendorong terbentuknya pola pendidikan yang secara rata-rata mendekati harapan sebagaimana yang dimaksudkan oleh tujuan pelaksanaan pendidikan. Sekolah dengan wawasan keunggulan yang akan segera terialisasi ini memberi manfaat ganda terhadap perkembangan kemajuan pendidikan. Pertama, ia akan melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan individu melebihi rata-rata. Kedua, lulusan yang memiliki kemampuan individu melebihi rata-rata itu akan ikut mendongkrak gerak laju mutu pendidikan pada tingkatan tertentu. Ketiga, pada akhirnya sekolah lain akan terimbas dari upaya-upaya terus menerus yang menempatkan sekolah dengan wawasan keunggulan menjadi barometer terhadap kemajuan dan perolehan hasil akhir pada jenjang pendidikan tertentu.
Oleh karenanya Pendidikan dengan wawasan keunggulan yang pelaksanaannya melalui lembaga pendidikan unggulan pada setiap jenjang pendidikan dipandang sangat strategis dan perlu memperoleh prioritas utama dalam pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia di Kabupaten Aceh Utara.
Tahun – tahun mendatang secara umum kita akan menghadapi aneka tantangan dengan penerapan sistem globalisasi pada semua aspek kehidupan. Jangan berharap untuk membendung kemajuan dan perkembangan jaman yang demikian itu. Tantangan itu tidak mungkin ditangkal dan harus dihadapi dengan memberikan perhatian khusus terhadap aspek pendidikan dengan pengembangan sumber daya manusia yang memiliki wawasan keunggulan, walaupun program ini sudah terlambat dilaksanakan, namun bukankah lebih baik terlambat daripada tidak ada sama sekali. Oleh karenanya prioritas percepatan merealisasikan SMAN 3 Putra Bangsa menjadi Sekolah Unggul  berbentuk boarding school dan SMA lain yang berlokasi di wilayah barat, tengah, dan timur ini akan sangat penting bagi Kabupaten Aceh Utara.


b. Kurikulum dan Pengembangan Keunggulan

   Kurikulum merupakan salah satu faktor penting yang menentukan terhadap keberhasilan penyelenggaran sekolah dengan wawasan keunggulan. Penerapan kurikulum yang sesuai dengan situasi dan kondisi daerah, selain dari pada kurikulum nasional juga harus dipadukan dengan kurikulum  muatan lokal  yang akan berdampak positif bagi percepatan kemajuan para siswa yang menimba ilmu pengetahuan di SMA unggul. Diharapkan SMA Unggul akan mengacu pada kurikulum yang berbasis keunggulan dan berdasar pada keistimewaan daerah serta spesifikasi pada Kabupaten Aceh Utara.
Sebagai salah satu faktor yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan sekolah Unggul, maka kurikulum yang akan dipakai adalah konversi dari pada Kurikulum Unggul dengan penerapan dan pengembangan yang fleksibel untuk menunjang perkembangan kemampuan siswa secara seimbang antara kemampuan Intelegensi, Emosional, dan kemampuan Spiritual keagamaan.

Pelaksanaan Kurikulum tersebut berupa :
1.   Kurikulum KTSP SMA berdasarkan Permen no. 22 dan 23 thaun 2006, yang meliputi
a.    Tujuan
b.   Isi
c.    Bahan Pelajaran
d.   Cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.

2.   Kurikulum Khusus (Wawasan Keunggulan), yang meliputi:
a.    Program pengembangan akhlak dan pendalaman nilai-nilai Islam.
b.   Program pembudayaan nilai-nilai hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
c.    Program pengembangan disiplin dan budaya berprestasi
d.   Program pengembangan kepemimpinan, bakat, kreativitas, dan ketrampilan.
e.    Program pengembangan wawasan dan berkomunikasi global.
f.     Program pengembangan wawasan dan sikap menghadapi kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

3.   Integrasi Kurikulum.
Dimaksudkan agar pembelajaran dengan wawasan keunggulan pada SMA Unggul dapat terwujud, maka penguasaan Imtaq dan Iptek diharapkan dapat berjalan seimbang dan terkoordinasi dengan baik.

4.   Pengembangan Keunggulan dan Pembelajaran Partisipatif.
Dilaksanakan secara terpadu dengan menyerap secara keseluruhan kemampuan siswa dengan keistimewaan daerah dan spesifikasi Kabupaten Aceh Utara. Metode pembelajaran menganut metode pembelajaran partisipatif sehingga memudahkan penyerapan seluruh materi dan program keunggulan. Metode pembelajaran partisipatif ini sangat diperlukan dalam mempercepat proses penyerapan materi pembelajaran.

5.   Pembinaan Spiritual Keagamaan.
Dilaksanakan dengan kegiatan pengembangan keterampilan yang diwujudkan dalam :
a.    Kewajiban shalat berjamaah lima waktu.
b.   Membaca Al Quran dan mendalami arti serta maknanya.
c.    Menghafal Al- Quran minimal 2 juz dan Hadist-Hadist Sahih.
d.   Pembinaan akhlakul qarimah.
e.    Latihan berpidato dalam beberapa bahasa internasional.
f.     Latihan membaca khutbah jumat, dan pada gilirannya melaksanakan khutbah jumat dimaksud pada pelaksanaan shalat jumat dilingkungan kampus.
g.    Diskusi tentang hukum-hukum agama yang berkaitan dengan hidup sehari-hari.
h.   Menghafal doa-doa yang mustajab.
i.     Memperingati hari-hari besar Islam.
j.     Melaksanakan amal bakti sosial serta amal shalih lainnya, secara praktis dan terpadu.

6.   Kegiatan Penunjang kesehatan jasmani.
Selain pendidikan Olah Raga dan Kesehatan dalam kurikulum standar nasional, dilaksanakan pula pembinaan kesehatan jasmani secara terpola dan berkesinambungan berupa kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler. Kegiatan tersebut dapat berupa latihan praktek permainan sepak bola, sepak takraw, bola volly, karate, yudo dan lain-lain yang relevan dan sesuai.
Selain itu, Senam Kesegaran Jasmani dilaksanakan secara teratur dan terjadwal dengan baik.


7.   Pengaturan Waktu.
Dalam pelaksanaan semua program kurikulum yang terintegrasi tersebut perlu dijadwalkan penggunaan waktu secara efesien dengan prinsip yang seimbang dan menggunakan prioritas pada program-program unggulan diluar kegiatan belajar pagi hari. Penggunaan waktu dengan prinsip tidak ada waktu yang tersia-siakan dan terbuang selama hari-hari kegiatan belajar mengajar. Jumlah waktu yang digunakan setiap hari untuk proses pembelajaran adalah 14 Jam, dari 24 jam yang tersedia. Waktu belajar untuk pelaksanaan standar kurikulum nasional dipakai secara benar sesuai dengan petunjuk pelaksanaan, waktu diluar itu adalah pelaksanaan program-program khusus dengan wawasan keunggulan. Materi pelajaran pada setiap pelajaran dengan basis standar kurikulum nasional dimasukkan pula wawasan keunggulan dengan prosentase yang memadai.


c. Sistim Penerimaan Siswa dan Proses Penerimaan.

          Siswa sebagai “bahan baku input” dalam proses pembelajaran merupakan subyek sekaligus obyek pembinaan pada kegiatan pendidikan. Oleh karenanya siswa harus mendapatkan perhatian sebagai “Fokus” semua kegiatan pendidikan yang dilaksanakan.
Sekolah Unggul dalam praktiknya untuk memperoleh “bahan baku input” ini diharapkan akan mendapatkan siswa yang pada dasarnya sudah berada di atas kemampuan rata-rata siswa lulusan MTs/SMP untuk siswa SMA. Mengapa hal ini diperlukan ? Seyogianya karena siswa lulusan MTs/SMP yang akan menjadi siswa SMA Unggul akan digembleng dengan wawasan keunggulan, dengan disiplin yang ketat, dengan akselerasi program pendidikan yang cepat, dan dengan kurikulum serta materi pembelajaran yang tinggi dan terukur, maka membutuhkan “bahan baku input” yang memiliki kelebihan dari rata-rata yang ada. Dengan kata lain, calon siswa SMA Unggul adalah siswa pada peringkat teratas di sekolah-sekolah MTs/SMP yang ada di Kabupaten Aceh Utara.

Oleh karenanya sistem penerimaan siswa baru pada SMA Unggul dilaksanakan secara “semi terbuka dan menyeluruh”. Semi terbuka dan menyeluruh, artinya memberi kesempatan yang sama pada semua lulusan MTs/SMP di Kabupaten Aceh Utara untuk mengikuti seleksi penerimaan SMA Unggul dengan pembatasan pada tingkat peringkat 1 sampai 5 lulusan SLTP/MTs yang diperkenankan mengikuti seleksi.


d. Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan

          Faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam pelaksanaan pendidikan pada lembaga pendidikan seperti SMA Unggul ini adalah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Mutu dan tingkat kemampuan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan akan sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan proses pembelajaran yang berlangsung pada SMA Unggul. Oleh karenanya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang melaksanakan dan menjalankan proses pembelajaran ini haruslah merupakan tenaga-tenaga terpilih, tenaga terlatih, memiliki kemampuan intelegensi, kemampuan emosional, kemampuan spiritual, serta memiliki potensi kelayakan pendidikan serta kemampuan profesional yang memadai.
Tidaklah mudah memperoleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang demikian itu. Namun usaha – usaha  kearah itu harus dimulai sejak persiapan pembukaan SMA Unggul dari tahap awal ini. Jika belum diperoleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang representatif  dan memenuhi kriteria-kriteria persyaratan, maka tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang terbaik dari yang baik, harus diperoleh dalam gerak pertama SMA Unggul ini. Kelak tenaga pendidik dan tenaga  kependidikan yang demikian itu dapat terus ditingkatkan kemampuan profesionalnya dengan memberi kesempatan kepadanya untuk mengembangkan diri melalui pendidikan formal ataupun pelatihan-pelatihan yang bersifat khusus dan terfokus.

Yang dimaksud dengan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pada SMA Unggul adalah :
a.    Kepala Sekolah
b.   Wakil Kepala Sekolah
c.    Guru Mata Pelajaran
d.   Guru Bimbingan Konseling
e.    Guru Khusus untuk program tertentu
f.     Kepala Tata Usaha
g.    Bendahara
h.   Pegawai Administrasi
i.     Pustakawan/Laboran
j.     Pengawas Asrama / Kepala Asrama
k.   Penjaga Sekolah/petugas keamanan

Ø  Khusus untuk Kepala Sekolah dapat direkrut dari salah seorang Kepala SMA yang terbaik di Kabupaten Aceh Utara. Kepala SMA dimaksud adalah Orang yang sudah berpengalaman memimpin sebuah SMA, memilki wibawa dan kemampuan lebih dalam memimpin, taat menjalankan agamanya, dapat diteladani oleh tenaga kependidikan lainnya serta oleh siswa pada khususnya.

Ø  Wakil Kepala SMA Unggul dapat terdiri dari 3 Orang, sesuai dengan bidang masing-masing yang dibutuhkan SMA Unggul, yaitu meliputi: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan proses pembelajaran dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Kerjasama Antar Lembaga Pendidikan. Wakil Kepala Sekolah dapat direkrut dengan mempedomani model rekruitmen Kepala Sekolah. 


Ø  Guru Mata Pelajaran dapat diseleksi dari guru mata pelajaran yang terbaik yang tersedia di Kabupaten Aceh Utara dan ditempatkan secara khusus sebagai guru SMA Unggul dengan diberikan beberapa fasilitas tambahan dan tunjangan khusus lainnya yang memadai untuk pendapatan ekonominya. Disamping itu Pemerintah kabupaten Aceh Utara dapat berupaya secara khusus melaksanakan seleksi bagi tamatan S2 kependidikan untuk mata pelajaran tertentu dan diangkat oleh Pemerintah Daerah sebagai tenaga guru honor daerah pada SMA Unggul. Guru khusus untuk program tertentu, dapat dilakukan perekrutannya melalui lembaga pendidikan lainnya, seperti Teungku pada Dayah ataupun Dokter pada Puskesmas yang ada di Kabupaten Aceh Utara. Guru Khusus untuk program tertentu ini pada tahap awal dapat berupa guru paruh waktu yang memiliki tugas lain di tempat bertugas asalnya. Namun pada waktunya kelak guru khusus untuk program tertentu ini haruslah guru yang memiliki waktu yang penuh untuk Sekolah Unggul dan tidak bertugas di tempat lain sebagai mana guru mata pelajaran. Guru khusus untuk program tertentu ini dibutuhkan sebanyak 6 orang, dengan perincian setiap orang menangani satu program khusus tertentu berdasar keahliannya masing-masing.

Ø  Kepala Tata Usaha, haruslah merupakan orang terbaik dari pegawai administrasi dilingkungan pendidikan, yang memiliki kemampuan menjalankan tugas-tugas ke-administrasian di Sekolah Unggul.  Untuk    memperoleh  Kepala  Tata  Usaha  ini dapat dipakai cara-cara sebagaimana mendapatkan guru mata pelajaran di atas.

Ø  Bendaharawan Sekolah Unggul dibutuhkan Orang yang memiliki kualifikasi dan keahlian dibidang Administrasi keuangan dan akuntansi. Bendaharawan ini dapat direkrut dengan menyeleksi beberapa calon yang telah memiliki latar belakang pengalaman yang baik dalam mengelola keuangan di lembaga pendidikan.

Ø  Pegawai administrasi sekolah dapat diperoleh dengan memilih pegawai-pegawai yang telah ada di Kabupaten Aceh Utara, asalkan ianya memiliki pengalaman menjalankan kegiatan administrasi di sekolah.
Ø  Pustakawan dan hendaknya benar-benar diperoleh orang yang memiliki kualifikasi khusus sebagai pustakwan dan Laboran serta telah pernah pula bertugas sebagai pustakawan dan laboran  di perpustakaan dan laboratorium tertentu.

Ø  Pengawas Asrama/Kepala Asrama, direkrut dari pegawai yang sudah ada di Kabupaten Aceh Utara dengan pengalaman memimpin sebuah asrama yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan atau yang sejenisnya.

Ø  Penjaga Sekolah/petugas keamanan dapat direkruit dari masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi sekolah. Kemudian mereka perlu diberikan pendidikan khusus yang berhubungan dengan ketertiban dan keamanan.

e. Sarana dan Prasarana


  Sekolah Unggul membutuhka sarana dan prasarana yang lengkap sehingga dapat menjalankan program dengan sebaik-baiknya. Sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor yang sangat strategis bagi sebuah  SMA Unggul. Jika sarana dan prasarana ini tidak lengkap maka dapat dikatakan bahwa program-program dan proses pembelajaran tidak akan berlangsung dengan baik.

Di atas lahan + 20 (dua puluh) hektar yang telah disiapkan oleh Pemda Aceh Utara di Lhoksukon dapat dijadikan sebuah kampus Sekolah Unggul yang dilengkapi sarana dan prasarana yang mendukung kelancaran pelaksanaan Sekolah Unggul dimaksud. Pada lahan seluas itu khusus untuk  SMA Unggul diperlukan persiapan sarana dan prasarana sebagai berikut :
a.    Ruang belajar teori sebanyak 18 lokal
b.      Ruang Laboratorium IPA sebanyak 2 ruang
c.       Ruang Laboratorium Bahasa sebanyak 1 ruang
d.      Ruang Praktik keterampilan sebanyak 1 ruang
e.       Ruang Perpustakaan sebanyak 1 ruang.
f.       Ruang multi media sebanyak 1 ruang
g.      Asrama sebanyak 20 ruang (setiap ruang menampung 10 Orang)
h.      Ruang makan sebanyak 2 unit (kapasitas 200 orang per unit)
i.        Ruang Kepala Sekolah sebanyak 1 ruang
j.        Ruang Wakil Kepala Sekolah Sebanyak 1 ruang
k.      Ruang dewan guru sebanyak 1 ruang
l.        Ruang Bimpen, OSIS  sebany
m.    Ruang Administrasi sebanyak 2 ruangk 1 ruang
n.   Ruang serba guna / Aula / GOR sebanyak 1 ruang
o.    Mushalla / Mesjid kampus
p.   Rumah Kepala Sekolah 2 unit
q.    Rumah guru 40 unit
r.    Rumah pengawas Asrama 3 unit
s.    WC/Urinoir/ Sumur sebanyak 8 Unit
t.     Gudang sebanyak 2 unit
u.   Lapangan Olah Raga, Bola kaki, Basket, Volly. Sebanyak 1 unit.
v.    Fasilitas jalan dilingkungan kampus
w.  Fasilitas lampu dan penerangan jalan di lingkungan kampus.
Semua ruangan seperti tersebut diatas harus pula dilengkapi dengan peralatan/meubiler di dalamnya serta prasarana lainnya yang berhubungan dengan fungsi masing-masing ruang tersebut.

f.Pendanaan Berkesinambungan
 Untuk merealisasikan SMA Unggul haruslah mendapat pendanaan yang cukup dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Hal yang menyangkut dengan penyelenggaraan SMA unggul dan pendanaannya telah tercantum dalam Qanun Pendidikan Aceh Utara yang baru disahkan oleh DPRK Aceh Utara. Selanjutnya Bupati Aceh Utara  segera menugaskan Majelis Pendidikan Daerah (MPD) untuk memfasilitasi pembentukan “Yayasan Pendidikan SMA Unggul Aceh Utara” yang akan bertanggungjawab terhadap pengumpulan dan pengelolaan dana pembangunan SMA unggul. Figur –figur yang akan ditampilkan sebagai ketua, sekretaris, bendahara dan anggota pada yayasan tersebut adalah mereka yang menaruh peduli positif kepada kemajuan pendidikan didaerah ini demikian menonjolnya, sedangkan Bapak Bupati dan Ketua DPRK serta Ketua MPD adalah sebagai pembina yayasan. Sangat diharapkan kepedulian yang mendalam pihak pimpinan proyek vital di daerah ini kiranya berkenan mempertimbangkan adanya bantuan dana berkesinambungan untuk kelancaran jalannya proses pembelajaran pada sekolah unggul. Di samping pada Pemerintahan Kabupaten Aceh Utrara, pada Pemerintah Aceh  dan Pemerintah Pusat juga sangat diharapkan dana pembangunan fisik gedung dan perlengkapan sarana dan prasarana lainnya yang akhirnya diharapkan dapat dimulai proses pembelajarannya pada tahun 2012.

V. Penutup

Sebelum diberlakukan otonomi daerah, Pemerintah Daerah memiliki kewenangan yang sangat terbatas. Kini dengan otonomi daerah, maka kewenangan Pemerintah Daerah menjadi sangat luas. Pada kesempatan ini jika kita tidak memanfaatkan dengan sebaik-baiknya peluang-peluang yang ada, maka akan terasa ketertinggalan kita pada masa-masa yang akan datang.
Pendidikan adalah sebuah investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karenanya pembenahan sektor pendidikan harus mendapat prioritas utama dan memperoleh sentuhan pertama dalam pembangunan di Kabupaten Aceh Utara.
Pendidikan akan memberikan dampak positif pada semua aspek pembangunan di daerah ini. Pendidikan dengan wawasan keunggulan akan mempercepat proses pemberdayaan dan peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten Aceh Utara.

       
Penulis:
Drs. Ibrahim Bewa, MA.
Lahir di Aceh Utara, 2 Juni 1956. Master bidangPengajaran Bahasa Inggris, lulusan Thames ValleyUniversity (TVU) London.  Saat ini bekerja sebagai tenaga pengajar pada STAIN Malikussaleh Lhokseumawe dan Wakil Ketua MPD Kabupaten Aceh Utra

12/31/2015

MASA KEHAMILAN HEWAN MAMALIA

Berikut ini adalah daftar masa kehamilan beberapa hewan mamalia :
kerbau putih



No
Nama hewan
Lama kehamilan (hari)
1
Unta
406
2
Kucing
62
3
Sapi
280
4
Simpanse
237
5
Anjing
62
6
Lumba-Lumba
276
7
Gajah Afrika
640
8
Rubah
52
9
Kambing
151
10
Jerapah
395-425
11
Babi Guinea
68
12
Hamster
16
13
Landak
35-40
14
Kuda
337
15
Manusia
266
16
Hyena
110
17
Kangguru
40
18
Singa
108
19
Cerpelai
50
20
Monyet
164
21
Tikus
21
22
Orangutan
245-275
23
Bajing/Tupai
44
24
Babi
113
25
Kelinci
32
26
Domba
148
27
Harimau
105-109
28
Paus
365
29
Rusa Kutub
215-245
30
Sigung
62
31
Singa
108
32
Srigala
60-63
33
Tapir
300-400
34
Tupai
16-19
35
Bison
270-285


Baca : Masa Hamil Dan Jumlah Bayi Beberapa Jenis Hewan

12/11/2015

Karya Ilmiah : PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PROGRAM SEKOLAH UNGGULAN




PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PROGRAM SEKOLAH UNGGULAN
Oleh
Drs. Ibrahim Bewa, MA
(Wkl. Ketua MPD Aceh Utara)

 ABSTRAK

          Rencana pendirian SMA Unggul di Kabupaten Aceh Utara sudah lama diprogramkan sejak kepemimpinan Bupati Ir. Tarmizi A. Karim, M.Sc, namun sampai saat ini belum dapat direalisasikan secara sempurna, masih dalam tahap persiapan menuju  sebuah SMA unggul yang berbentuk boarding school. Padahal kehadiran sebuah lembaga pendidikan yang bermutu pada jenjang pendidikan menengah merupakan harapan dan keinginan masyarakat Kabupaten Aceh Utara yang  mendapat dukungan dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.  Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Utara terus mendorong berbagai pihak agar sekolah unggul yang berbentuk boarding school segera dibuka di Lhoksukon. Untuk kelancaran pembukaan sekolah ini, maka dibutuhkan yayasan untuk mengurus hal-hal yang menyangkut dengan asrama dan kegiatan tambahan pada sore dan malam hari. Mekanisme rekruitmen siswa, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, Kepala Sekolah, Pengawas asrama dan penyediaan fasilitas sarana prasarana serta bentuk kurikulum yang dibutuhkan untuk kelancaran proses pembelajaran telah diuraikan secara rinci dalam tulisan ini. Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dapat menyediakan semua kebutuhan proses pembelajaran pada pagi hari, sedangkan yayasan bersama orangtua siswa, masyarakat dan stakeholders lainnya membantu kebutuhan pembangunan asrama dan pembiayaan operasinal lainnya untuk kegiatan tambahan jam belajar terutama pada sore dan malam hari.

I. Pendahuluan

Pendidikan sebagai usaha nyata yang dilakukan secara sadar serta terus menerus berfungsi untuk mengembangkan mutu sumber daya manusia. Selain itu, pendidikan juga memiliki konotasi sebagai barang konsumsi sekaligus barang investasi. Baik sebagai barang investasi maupun sebagai barang konsumsi, pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan strategis, baik lingkungan global seperti dinamika penduduk, tingkat mutu sumber daya manusia yang dituntut oleh kemajuan teknologi maupun pengaruh lingkungan nasional yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja pendidikan.
Gempa dan Tsunami yang terjadi pada tgl 26 Desember 2004 dan situasi konflik yang pernah terjadi di Aceh selama 30 tahun (1976 s/d 2006) telah mengakibatkan terpuruknya berbagai kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat yang berdampak langsung terhadap perkembangan dan kemajuan masyarakat di daerah ini. Kondisi tersebut juga mempengaruhi mutu pendidikan. Pendidikan bukan menjadi prioritas utama pada sebagian besar keluarga dalam masyarakat di Provinsi Aceh ini. Meskipun konflik, Gempa dan Tsunami telah lama berlalu namun akibatnya masih terasakan sampai saat ini. Kita tidak boleh membiarkan masalah ini berlangsung terus karena kita akan kehilangan generasi masa depan yang berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia..
Kita juga menyadari bahwa ketika keadaan dan kondisi daerah masih tenang dan kondusifpun, mutu pendidikan tidak menggembirakan, selalu berkisar antara peringkat 15 dari 23 provinsi di Indonesia dan sekarang berada pada peringkat 30 dari 33 provinsi di Indonesia. Hal ini berarti Provinsi  Aceh terus tertinggal dengan provinsi lain dan menjadi daerah miskin dalam tingkat kemajuan pendidikan masyarakatnya.

II. Peran MPD dalam Pembentukan dan Pembinaan Sekolah Unggulan

Majelis Pendidikan Daerah (MPD)  sebagai lembaga yang memiliki tugas pemberi pertimbangan (advisory agency), pemberi dukungan (supporting agency), pengontol (controlling agency), dan sebagai penguhubung (mediator agency) mempunyai kewajiban untuk terus memikirkan tetang peningkatan mutu pendidikan dengan memberikan berbagai saran dan pertimbangan kepada pihak Eksekutif dan Legislatif. Selama waktu 4 bulan ini, MPD telah mengelar 5 kali rapat Paripurna MPD tahun 2012 membahas tentang kondisi ril mutu Pendidikan Aceh Utara yang belum mengembirakan. MPD telah mengeluarkan 3 buat rekomendasi yang berhubungan dengan penataan dan pemerataan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, pemberdayaan pengawas sekolah dan rekruitmen kepala sekolah yang professional.

Dalam rapat Paripurna V MPD yang  dilaksanakan pada hari kamis tanggal 12 April 2012, berbagai persoalan pendidikan dan persiapan Ujian Nasional tahun 2012 telah disampaikan oleh  Razali S.Pd Kadis Dikpora dan Drs. Ibrahim Bewa, MA Wakil Ketua MPD. Informasi dan masukan yang disampaikan kedua pematri telah dibahas oleh 36 peserta rapat yang berasal dari berbagai unsur yaitu Komisi E DPRK Aceh Utra 2 orang, Disdikpora 4 orang, BKPP 1 orang,  UPTD  2 orang, Kepala Sekolah 6 orang, PGRI 2 orang, Dewan Pakar MPD 3 orang, Pengurus MPD 12 orang dan Sekretariat MPD 4 orang.  Pertemuan ini telah menyimpulkan beberapa kesimpulan dan saran :

a.     Kesimpulan

1.   SKB 5 Mentri dianggap positif untuk memungkinkan peningkatan mobilitas guru, khususnya dalam rangka memenuhi syarat minimal 24 jam mengajar dalam seminggu untuk mendapatkan tunjangan profesi.
2.   Pendistribusi guru ke Tingkat Satuan Pendidikan belum merata di Aceh Utara .
3.   Kualitas guru Aceh Utara  masih rendah dan perlu segera dilakukan  berbagai upaya untuk peningkatan kompetensi mereka.
4.   Jumlah guru di Aceh Utara telah  melebihi bila dibandingkan dengan jumlah rombel kecuali beberapa bidang studi tertentu.
5.   Jumlah guru yang belum mendapat sertifikasi masih banyak dan dikhawatirkan tidak akan tuntas pada tahun 2014.
6.   Database yang  ada pada lembaga teknis belum akurat sehingga masih menyulitkan untuk membuat perencanaan yang tepat.
7.   Komitmen Pemda untuk menyediakan  dana yang memadai untuk  sektor pendidikan masih sangat lemah.
8.   Disdikpora dan Dinas Pendidikan Provinsi  belum memiliki perencanaan yang baik untuk kegiatan peningkatan mutu guru.
9.   Untuk meningkatkan daya saying lulusan, dibutuh pembentukan sekolah unggul dan sekolah unggul binaan

b.   Saran
1.   Program pemerataan guru yang telah diinstruksikan oleh Pj Bupati Aceh Utara perlu terus lanjutkan sampai tuntas’
2.   Pemerintah berkewajiban mengalokasikan dana yang cukup untuk menuntaskan kualifikasi, setifikasi dan kompetensi guru.
3.   Disdikpora dapat menyiapkan database yang akurat dan dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan pendidikan.
4.   Dinas teknis perlu segera menyiapkan perencanaan yang matang untuk menyiapkan program peningkatan mutu guru.
5.   Seluruh stakeholder  pendidikan perlu meningkatkan komitmennya untuk melakukan pemerataan guru dan peningkatan kompetensi mereka.
6.   Bupati perlu segera menetapkan sekolah unggul dan sekolah unggul binaan dengan penyediaan anggaran khusus untuk sekolah tersebut sesuai dengan rekomendasi MPD
7.      Untuk pembinaan sekolah unngul sebagaimana ditetapkan oleh Bupati, MPD dapat membentuk TIM Pembinaan

Di samping kesimpulan dan saran di atas, peserta rapat telah menyepakati agar SMA N 3 Putra Bangsa Lhoksukon ditetapkan sebagai sekolah unggul berbentuk boarding school dan meminta MPD membentuk TIM kecil untuk memilih 3 sekolah dari 9 sekolah yang diajukan untuk menjadi sekolah unggul Binaan MPD :
1. SMAN 1 Krueng Mane
2. SMAN 1 Dewantara
3. SMAN 1 Syamtalira Bayu
4. SMAN 1 Syamtalira Aron
5. SMAN 1 Lhoksukon, dan
6. SMAN 1 Tanah Jambo Aye
7. MAN  Krueng Geukueh
8. MAN Lhoksukon
9. SMAN 1 Matang Kuli

Pengharapan kita semua dengan adanya beberapa sekolah unggulan dan kelas unggul di setiap sekolah serta distribusi guru yang merata di semua sekolah di Kabupaten Aceh Utara diharapkan akan memberikan kontribusi yang cukup memadai untuk  mengejar ketertinggalan kita selama ini dengan provinsi lain, bahkan kita akan mampu bersaing dengan lulusan dari daerah lain untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri ternama.


III. Wawasan Keunggulan dalam Pendidikan

 Kabupaten Aceh Utara dengan jumlah penduduk sekitar 472.000. jiwa, sekitar 40 % (189.000. jiwa) diantaranya, memerlukan pendidikan sejak dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Berbagai lembaga pendidikan, negeri maupun swasta, baik umum maupun keagamaan, pada setiap jenjang pendidikan yang telah ada belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang normal sekalipun. Pembenahan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah ada masih diperlukan penanganan secara sungguh-sungguh, namun untuk mempercepat proses pengembangan sumberdaya manusia yang berkualitas diperlukan penanganan lembaga pendidikan dengan wawasan keunggulan yang relatif lebih baik dari lembaga pendidikan yang sudah ada selama ini.
Sebagai daerah yang masih memiliki sisa penyediaan sumber daya alam berupa produksi gas alam untuk 2 tahun lagi, maka Pemerintah Aceh Utara perlu menaruh perhatian yang besar terhadap pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia yang memiliki wawasan keunggulan. Pendidikan dengan wawasan keunggulan ini perlu kiranya mendapat pemahaman yang sama dari Pemerintah dan segenap komponen masyarakat baik Pengusaha, Ulama, Cendikiawan, Tokoh Masyarakat dan Generasi Muda di daerah yang kita cintai ini, mengingat pemahaman yang tidak seragam tentang persoalan ini akan menghasilkan suatu keragu-raguan untuk dapat melakukan pembinaan terhadap sekolah dengan wawasan keunggulan di Kabupaten Aceh Utara.
Oleh karenanya untuk membangun sumber daya manusia yang handal di masa depan, maka kehadiran sebuah lembaga pendidikan  dengan “wawasan keunggulan” harus dipercepat dan ditangani dengan sangat serius serta diletakkan pada prioritas utama dalam pembangunan secara keseluruhan di daerah ini. Pendidikan dengan sekolah yang memiliki wawasan keunggulan akan memberikan dampak positif dalam percepatan pembangunan di segala bidang.

IV.   Lembaga Pendidikan Unggulan

a. Pentingnya Lembaga Pendidikan Unggulan

  Pendidikan dengan segala persoalannya tidak mungkin diatasi hanya dengan pola pendidikan yang tradisional dan umum. Pendidikan dengan pola dan sistem yang di dalamnya mengandung wawasan keunggulan akan melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan berwawasan keunggulan sebagai mana yang dikehendaki oleh acuan kurikulum pendidikan nasional dan acuan kurikulum yang dimaksudkan oleh lembaga pendidikan dengan wawasan keunggulan tersebut.
Lulusan yang memiliki wawasan keunggulan ini pada gilirannya kelak akan mendorong terbentuknya pola pendidikan yang secara rata-rata mendekati harapan sebagaimana yang dimaksudkan oleh tujuan pelaksanaan pendidikan. Sekolah dengan wawasan keunggulan yang akan segera terialisasi ini memberi manfaat ganda terhadap perkembangan kemajuan pendidikan. Pertama, ia akan melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan individu melebihi rata-rata. Kedua, lulusan yang memiliki kemampuan individu melebihi rata-rata itu akan ikut mendongkrak gerak laju mutu pendidikan pada tingkatan tertentu. Ketiga, pada akhirnya sekolah lain akan terimbas dari upaya-upaya terus menerus yang menempatkan sekolah dengan wawasan keunggulan menjadi barometer terhadap kemajuan dan perolehan hasil akhir pada jenjang pendidikan tertentu.
Oleh karenanya Pendidikan dengan wawasan keunggulan yang pelaksanaannya melalui lembaga pendidikan unggulan pada setiap jenjang pendidikan dipandang sangat strategis dan perlu memperoleh prioritas utama dalam pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia di Kabupaten Aceh Utara.
Tahun – tahun mendatang secara umum kita akan menghadapi aneka tantangan dengan penerapan sistem globalisasi pada semua aspek kehidupan. Jangan berharap untuk membendung kemajuan dan perkembangan jaman yang demikian itu. Tantangan itu tidak mungkin ditangkal dan harus dihadapi dengan memberikan perhatian khusus terhadap aspek pendidikan dengan pengembangan sumber daya manusia yang memiliki wawasan keunggulan, walaupun program ini sudah terlambat dilaksanakan, namun bukankah lebih baik terlambat daripada tidak ada sama sekali. Oleh karenanya prioritas percepatan merealisasikan SMAN 3 Putra Bangsa menjadi Sekolah Unggul  berbentuk boarding school dan SMA lain yang berlokasi di wilayah barat, tengah, dan timur ini akan sangat penting bagi Kabupaten Aceh Utara.


b. Kurikulum dan Pengembangan Keunggulan

   Kurikulum merupakan salah satu faktor penting yang menentukan terhadap keberhasilan penyelenggaran sekolah dengan wawasan keunggulan. Penerapan kurikulum yang sesuai dengan situasi dan kondisi daerah, selain dari pada kurikulum nasional juga harus dipadukan dengan kurikulum  muatan lokal  yang akan berdampak positif bagi percepatan kemajuan para siswa yang menimba ilmu pengetahuan di SMA unggul. Diharapkan SMA Unggul akan mengacu pada kurikulum yang berbasis keunggulan dan berdasar pada keistimewaan daerah serta spesifikasi pada Kabupaten Aceh Utara.
Sebagai salah satu faktor yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan sekolah Unggul, maka kurikulum yang akan dipakai adalah konversi dari pada Kurikulum Unggul dengan penerapan dan pengembangan yang fleksibel untuk menunjang perkembangan kemampuan siswa secara seimbang antara kemampuan Intelegensi, Emosional, dan kemampuan Spiritual keagamaan.

Pelaksanaan Kurikulum tersebut berupa :
1.   Kurikulum KTSP SMA berdasarkan Permen no. 22 dan 23 thaun 2006, yang meliputi
a.    Tujuan
b.   Isi
c.    Bahan Pelajaran
d.   Cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.

2.   Kurikulum Khusus (Wawasan Keunggulan), yang meliputi:
a.    Program pengembangan akhlak dan pendalaman nilai-nilai Islam.
b.   Program pembudayaan nilai-nilai hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
c.    Program pengembangan disiplin dan budaya berprestasi
d.   Program pengembangan kepemimpinan, bakat, kreativitas, dan ketrampilan.
e.    Program pengembangan wawasan dan berkomunikasi global.
f.     Program pengembangan wawasan dan sikap menghadapi kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

3.   Integrasi Kurikulum.
Dimaksudkan agar pembelajaran dengan wawasan keunggulan pada SMA Unggul dapat terwujud, maka penguasaan Imtaq dan Iptek diharapkan dapat berjalan seimbang dan terkoordinasi dengan baik.

4.   Pengembangan Keunggulan dan Pembelajaran Partisipatif.
Dilaksanakan secara terpadu dengan menyerap secara keseluruhan kemampuan siswa dengan keistimewaan daerah dan spesifikasi Kabupaten Aceh Utara. Metode pembelajaran menganut metode pembelajaran partisipatif sehingga memudahkan penyerapan seluruh materi dan program keunggulan. Metode pembelajaran partisipatif ini sangat diperlukan dalam mempercepat proses penyerapan materi pembelajaran.

5.   Pembinaan Spiritual Keagamaan.
Dilaksanakan dengan kegiatan pengembangan keterampilan yang diwujudkan dalam :
a.    Kewajiban shalat berjamaah lima waktu.
b.   Membaca Al Quran dan mendalami arti serta maknanya.
c.    Menghafal Al- Quran minimal 2 juz dan Hadist-Hadist Sahih.
d.   Pembinaan akhlakul qarimah.
e.    Latihan berpidato dalam beberapa bahasa internasional.
f.     Latihan membaca khutbah jumat, dan pada gilirannya melaksanakan khutbah jumat dimaksud pada pelaksanaan shalat jumat dilingkungan kampus.
g.    Diskusi tentang hukum-hukum agama yang berkaitan dengan hidup sehari-hari.
h.   Menghafal doa-doa yang mustajab.
i.     Memperingati hari-hari besar Islam.
j.     Melaksanakan amal bakti sosial serta amal shalih lainnya, secara praktis dan terpadu.

6.   Kegiatan Penunjang kesehatan jasmani.
Selain pendidikan Olah Raga dan Kesehatan dalam kurikulum standar nasional, dilaksanakan pula pembinaan kesehatan jasmani secara terpola dan berkesinambungan berupa kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler. Kegiatan tersebut dapat berupa latihan praktek permainan sepak bola, sepak takraw, bola volly, karate, yudo dan lain-lain yang relevan dan sesuai.
Selain itu, Senam Kesegaran Jasmani dilaksanakan secara teratur dan terjadwal dengan baik.


7.   Pengaturan Waktu.
Dalam pelaksanaan semua program kurikulum yang terintegrasi tersebut perlu dijadwalkan penggunaan waktu secara efesien dengan prinsip yang seimbang dan menggunakan prioritas pada program-program unggulan diluar kegiatan belajar pagi hari. Penggunaan waktu dengan prinsip tidak ada waktu yang tersia-siakan dan terbuang selama hari-hari kegiatan belajar mengajar. Jumlah waktu yang digunakan setiap hari untuk proses pembelajaran adalah 14 Jam, dari 24 jam yang tersedia. Waktu belajar untuk pelaksanaan standar kurikulum nasional dipakai secara benar sesuai dengan petunjuk pelaksanaan, waktu diluar itu adalah pelaksanaan program-program khusus dengan wawasan keunggulan. Materi pelajaran pada setiap pelajaran dengan basis standar kurikulum nasional dimasukkan pula wawasan keunggulan dengan prosentase yang memadai.


c. Sistim Penerimaan Siswa dan Proses Penerimaan.

          Siswa sebagai “bahan baku input” dalam proses pembelajaran merupakan subyek sekaligus obyek pembinaan pada kegiatan pendidikan. Oleh karenanya siswa harus mendapatkan perhatian sebagai “Fokus” semua kegiatan pendidikan yang dilaksanakan.
Sekolah Unggul dalam praktiknya untuk memperoleh “bahan baku input” ini diharapkan akan mendapatkan siswa yang pada dasarnya sudah berada di atas kemampuan rata-rata siswa lulusan MTs/SMP untuk siswa SMA. Mengapa hal ini diperlukan ? Seyogianya karena siswa lulusan MTs/SMP yang akan menjadi siswa SMA Unggul akan digembleng dengan wawasan keunggulan, dengan disiplin yang ketat, dengan akselerasi program pendidikan yang cepat, dan dengan kurikulum serta materi pembelajaran yang tinggi dan terukur, maka membutuhkan “bahan baku input” yang memiliki kelebihan dari rata-rata yang ada. Dengan kata lain, calon siswa SMA Unggul adalah siswa pada peringkat teratas di sekolah-sekolah MTs/SMP yang ada di Kabupaten Aceh Utara.

Oleh karenanya sistem penerimaan siswa baru pada SMA Unggul dilaksanakan secara “semi terbuka dan menyeluruh”. Semi terbuka dan menyeluruh, artinya memberi kesempatan yang sama pada semua lulusan MTs/SMP di Kabupaten Aceh Utara untuk mengikuti seleksi penerimaan SMA Unggul dengan pembatasan pada tingkat peringkat 1 sampai 5 lulusan SLTP/MTs yang diperkenankan mengikuti seleksi.


d. Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan

          Faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam pelaksanaan pendidikan pada lembaga pendidikan seperti SMA Unggul ini adalah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Mutu dan tingkat kemampuan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan akan sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan proses pembelajaran yang berlangsung pada SMA Unggul. Oleh karenanya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang melaksanakan dan menjalankan proses pembelajaran ini haruslah merupakan tenaga-tenaga terpilih, tenaga terlatih, memiliki kemampuan intelegensi, kemampuan emosional, kemampuan spiritual, serta memiliki potensi kelayakan pendidikan serta kemampuan profesional yang memadai.
Tidaklah mudah memperoleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang demikian itu. Namun usaha – usaha  kearah itu harus dimulai sejak persiapan pembukaan SMA Unggul dari tahap awal ini. Jika belum diperoleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang representatif  dan memenuhi kriteria-kriteria persyaratan, maka tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang terbaik dari yang baik, harus diperoleh dalam gerak pertama SMA Unggul ini. Kelak tenaga pendidik dan tenaga  kependidikan yang demikian itu dapat terus ditingkatkan kemampuan profesionalnya dengan memberi kesempatan kepadanya untuk mengembangkan diri melalui pendidikan formal ataupun pelatihan-pelatihan yang bersifat khusus dan terfokus.

Yang dimaksud dengan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pada SMA Unggul adalah :
a.    Kepala Sekolah
b.   Wakil Kepala Sekolah
c.    Guru Mata Pelajaran
d.   Guru Bimbingan Konseling
e.    Guru Khusus untuk program tertentu
f.     Kepala Tata Usaha
g.    Bendahara
h.   Pegawai Administrasi
i.     Pustakawan/Laboran
j.     Pengawas Asrama / Kepala Asrama
k.   Penjaga Sekolah/petugas keamanan

Ø  Khusus untuk Kepala Sekolah dapat direkrut dari salah seorang Kepala SMA yang terbaik di Kabupaten Aceh Utara. Kepala SMA dimaksud adalah Orang yang sudah berpengalaman memimpin sebuah SMA, memilki wibawa dan kemampuan lebih dalam memimpin, taat menjalankan agamanya, dapat diteladani oleh tenaga kependidikan lainnya serta oleh siswa pada khususnya.

Ø  Wakil Kepala SMA Unggul dapat terdiri dari 3 Orang, sesuai dengan bidang masing-masing yang dibutuhkan SMA Unggul, yaitu meliputi: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan proses pembelajaran dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Kerjasama Antar Lembaga Pendidikan. Wakil Kepala Sekolah dapat direkrut dengan mempedomani model rekruitmen Kepala Sekolah. 


Ø  Guru Mata Pelajaran dapat diseleksi dari guru mata pelajaran yang terbaik yang tersedia di Kabupaten Aceh Utara dan ditempatkan secara khusus sebagai guru SMA Unggul dengan diberikan beberapa fasilitas tambahan dan tunjangan khusus lainnya yang memadai untuk pendapatan ekonominya. Disamping itu Pemerintah kabupaten Aceh Utara dapat berupaya secara khusus melaksanakan seleksi bagi tamatan S2 kependidikan untuk mata pelajaran tertentu dan diangkat oleh Pemerintah Daerah sebagai tenaga guru honor daerah pada SMA Unggul. Guru khusus untuk program tertentu, dapat dilakukan perekrutannya melalui lembaga pendidikan lainnya, seperti Teungku pada Dayah ataupun Dokter pada Puskesmas yang ada di Kabupaten Aceh Utara. Guru Khusus untuk program tertentu ini pada tahap awal dapat berupa guru paruh waktu yang memiliki tugas lain di tempat bertugas asalnya. Namun pada waktunya kelak guru khusus untuk program tertentu ini haruslah guru yang memiliki waktu yang penuh untuk Sekolah Unggul dan tidak bertugas di tempat lain sebagai mana guru mata pelajaran. Guru khusus untuk program tertentu ini dibutuhkan sebanyak 6 orang, dengan perincian setiap orang menangani satu program khusus tertentu berdasar keahliannya masing-masing.

Ø  Kepala Tata Usaha, haruslah merupakan orang terbaik dari pegawai administrasi dilingkungan pendidikan, yang memiliki kemampuan menjalankan tugas-tugas ke-administrasian di Sekolah Unggul.  Untuk    memperoleh  Kepala  Tata  Usaha  ini dapat dipakai cara-cara sebagaimana mendapatkan guru mata pelajaran di atas.

Ø  Bendaharawan Sekolah Unggul dibutuhkan Orang yang memiliki kualifikasi dan keahlian dibidang Administrasi keuangan dan akuntansi. Bendaharawan ini dapat direkrut dengan menyeleksi beberapa calon yang telah memiliki latar belakang pengalaman yang baik dalam mengelola keuangan di lembaga pendidikan.

Ø  Pegawai administrasi sekolah dapat diperoleh dengan memilih pegawai-pegawai yang telah ada di Kabupaten Aceh Utara, asalkan ianya memiliki pengalaman menjalankan kegiatan administrasi di sekolah.
Ø  Pustakawan dan hendaknya benar-benar diperoleh orang yang memiliki kualifikasi khusus sebagai pustakwan dan Laboran serta telah pernah pula bertugas sebagai pustakawan dan laboran  di perpustakaan dan laboratorium tertentu.

Ø  Pengawas Asrama/Kepala Asrama, direkrut dari pegawai yang sudah ada di Kabupaten Aceh Utara dengan pengalaman memimpin sebuah asrama yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan atau yang sejenisnya.

Ø  Penjaga Sekolah/petugas keamanan dapat direkruit dari masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi sekolah. Kemudian mereka perlu diberikan pendidikan khusus yang berhubungan dengan ketertiban dan keamanan.

e. Sarana dan Prasarana


  Sekolah Unggul membutuhka sarana dan prasarana yang lengkap sehingga dapat menjalankan program dengan sebaik-baiknya. Sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor yang sangat strategis bagi sebuah  SMA Unggul. Jika sarana dan prasarana ini tidak lengkap maka dapat dikatakan bahwa program-program dan proses pembelajaran tidak akan berlangsung dengan baik.

Di atas lahan + 20 (dua puluh) hektar yang telah disiapkan oleh Pemda Aceh Utara di Lhoksukon dapat dijadikan sebuah kampus Sekolah Unggul yang dilengkapi sarana dan prasarana yang mendukung kelancaran pelaksanaan Sekolah Unggul dimaksud. Pada lahan seluas itu khusus untuk  SMA Unggul diperlukan persiapan sarana dan prasarana sebagai berikut :
a.    Ruang belajar teori sebanyak 18 lokal
b.      Ruang Laboratorium IPA sebanyak 2 ruang
c.       Ruang Laboratorium Bahasa sebanyak 1 ruang
d.      Ruang Praktik keterampilan sebanyak 1 ruang
e.       Ruang Perpustakaan sebanyak 1 ruang.
f.       Ruang multi media sebanyak 1 ruang
g.      Asrama sebanyak 20 ruang (setiap ruang menampung 10 Orang)
h.      Ruang makan sebanyak 2 unit (kapasitas 200 orang per unit)
i.        Ruang Kepala Sekolah sebanyak 1 ruang
j.        Ruang Wakil Kepala Sekolah Sebanyak 1 ruang
k.      Ruang dewan guru sebanyak 1 ruang
l.        Ruang Bimpen, OSIS  sebany
m.    Ruang Administrasi sebanyak 2 ruangk 1 ruang
n.   Ruang serba guna / Aula / GOR sebanyak 1 ruang
o.    Mushalla / Mesjid kampus
p.   Rumah Kepala Sekolah 2 unit
q.    Rumah guru 40 unit
r.    Rumah pengawas Asrama 3 unit
s.    WC/Urinoir/ Sumur sebanyak 8 Unit
t.     Gudang sebanyak 2 unit
u.   Lapangan Olah Raga, Bola kaki, Basket, Volly. Sebanyak 1 unit.
v.    Fasilitas jalan dilingkungan kampus
w.  Fasilitas lampu dan penerangan jalan di lingkungan kampus.
Semua ruangan seperti tersebut diatas harus pula dilengkapi dengan peralatan/meubiler di dalamnya serta prasarana lainnya yang berhubungan dengan fungsi masing-masing ruang tersebut.

f.Pendanaan Berkesinambungan
 Untuk merealisasikan SMA Unggul haruslah mendapat pendanaan yang cukup dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Hal yang menyangkut dengan penyelenggaraan SMA unggul dan pendanaannya telah tercantum dalam Qanun Pendidikan Aceh Utara yang baru disahkan oleh DPRK Aceh Utara. Selanjutnya Bupati Aceh Utara  segera menugaskan Majelis Pendidikan Daerah (MPD) untuk memfasilitasi pembentukan “Yayasan Pendidikan SMA Unggul Aceh Utara” yang akan bertanggungjawab terhadap pengumpulan dan pengelolaan dana pembangunan SMA unggul. Figur –figur yang akan ditampilkan sebagai ketua, sekretaris, bendahara dan anggota pada yayasan tersebut adalah mereka yang menaruh peduli positif kepada kemajuan pendidikan didaerah ini demikian menonjolnya, sedangkan Bapak Bupati dan Ketua DPRK serta Ketua MPD adalah sebagai pembina yayasan. Sangat diharapkan kepedulian yang mendalam pihak pimpinan proyek vital di daerah ini kiranya berkenan mempertimbangkan adanya bantuan dana berkesinambungan untuk kelancaran jalannya proses pembelajaran pada sekolah unggul. Di samping pada Pemerintahan Kabupaten Aceh Utrara, pada Pemerintah Aceh  dan Pemerintah Pusat juga sangat diharapkan dana pembangunan fisik gedung dan perlengkapan sarana dan prasarana lainnya yang akhirnya diharapkan dapat dimulai proses pembelajarannya pada tahun 2012.

V. Penutup

Sebelum diberlakukan otonomi daerah, Pemerintah Daerah memiliki kewenangan yang sangat terbatas. Kini dengan otonomi daerah, maka kewenangan Pemerintah Daerah menjadi sangat luas. Pada kesempatan ini jika kita tidak memanfaatkan dengan sebaik-baiknya peluang-peluang yang ada, maka akan terasa ketertinggalan kita pada masa-masa yang akan datang.
Pendidikan adalah sebuah investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karenanya pembenahan sektor pendidikan harus mendapat prioritas utama dan memperoleh sentuhan pertama dalam pembangunan di Kabupaten Aceh Utara.
Pendidikan akan memberikan dampak positif pada semua aspek pembangunan di daerah ini. Pendidikan dengan wawasan keunggulan akan mempercepat proses pemberdayaan dan peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten Aceh Utara.

       
Penulis:
Drs. Ibrahim Bewa, MA.
Lahir di Aceh Utara, 2 Juni 1956. Master bidangPengajaran Bahasa Inggris, lulusan Thames ValleyUniversity (TVU) London.  Saat ini bekerja sebagai tenaga pengajar pada STAIN Malikussaleh Lhokseumawe dan Wakil Ketua MPD Kabupaten Aceh Utra